TIPS DAN TRIK AGAR SUKSES BERKEBUN

 Halo, Sobat Cerdas….

Masa pandemi seperti ini ingin rasanya melakukan hal yang bermanfaat di rumah. Selain mengisi kegiatan di rumah aja, kamu juga bisa menghasilkan sayuran sehat yang bisa kamu konsumsi sendiri. Membuat bahan masakan yang kamu gunakan jadi lebih sehat dan mudah diperoleh. Bagaimana memiliki tanaman sayur sendiri dan merawatnya menjadi list kegiatan yang menyenangkan bukan?

 Tapi masih saja terdapat beberapa orang yang beranggapan bahwa menanam/ budidaya pertanian di pekarangan rumah menjadi hal yang sulit dilakukan dan membutuhkan banyak waktu serta tenaga.

Tahukan kamu, jika berkebun di rumah sangat mudah dan menyenangkan loh, asal tahu tips dan trik nya.

Berikut tips dan trik agar sukses  berkebun  di rumah:
1. Kondisi Tanah

Tanaman membutuhkan tanah sebagaia media tumbuh dan berkembang. Tanaman juga mmbutuhkan kandungan unsur hara dalam tanah untuk mmbantu pertumbuhan, seringkali dar kita yang jarang menanam hanya beranggapan bahwa tanaman akan tubuh baik jika di pupuk. Ternyata bukan  hanya itu, tapi tanah yang belum diberi nutrisi. Kondisi tanah yang akan menentukan keberhasilan berkebun.

 2. Varietas Tanaman

Varietas tanaman menentukan keberhasilan berkebun. Sebelum berkebun, harus tahu tanaman apa yang cocok ditanam. Sesuaikan tanaman tersebut dengan kondisi ketinggian tempat. Misalnya, jangan tanam wortel di dataran rendah seperti di Jakarta karena wortel idealnya tumbuh di iklim yang sejuk alias di dataran tinggi. Tanaman seperti kangkung, sawi, kailan, timun, kacang panjang, tomat, terung, timun, dan kembang kol cocok ditanam di dataran rendah. Sementara jika tempat menanam terletak di dataran tinggi, bisa menanam hampir semua sayuran dan sayur khusus seperti wortel, kembang kol, kol, sawi putih, brokoli, dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui apakah tanaman tersebut cocok ditanam di rumah, bisa melakukan riset terlebih dahulu. Biasanya di bagian keterangan benih terdaopat informasi tanaman itu cocok ditanam di kondisi seperti apa. Jadi jangan salah lagi ya

 3.Iklim/musim

Belakangan ini perubahan iklim sudah terjadi cukup ekstrem. Seringkali musim hujan berlangsung begitu lama, tapi tiba-tiba musim kemarau sudah datang begitu saja. kemarau yang berlebihan pastinya tak baik untuk tanama karena tanah yang mengering dengan cepat juga akan mengurangi nutrisi yang bisa didapatkan oleh tanaman. Maka dari itu sebelum melakukan budidaya perlu memperhatikan perubahan cuaca yang terjadi. Menanam di dalam pot akan lebih mudah dipantau jika tanah mulai kering. Sebaiknya berikan air tambahan pada tanah tersebut. 

Bagaimana?

Sudah lebih tertarik untuk menanam bukan?

 

Delighting Organic Buffs

https://www.kompas.com/food/read/2020/07/05/203916975/perhatikan-3-hal-ini-agar-tak-gagal-berkebun-di-rumah?page=all

https://www.kompas.com/food/read/2020/07/05/211200875/berkebun-selama-pandemi-hasilkan-sayuran-sehat-dan-lepas-stress?page=all

https://www.kompas.com/food/read/2020/07/05/120300775/cara-tanam-selada-dan-sawi-dengan-metode-hidroponik-30-hari-panen?page=all

Comments

Popular posts from this blog

Apa Sih Arti Dari Sistem Bero Dalam Pertanian? Yuk simak penjelasannya!

#YANG MUDA YANG BERTANI: KIAT SUKSES UNTUNG BERLIPAT DARI BERTANI ORGANIK

CARA MENANAM BAYAM DI PEKARANGAN RUMAH