APAKAH PETANI DI INDONESIA LEBIH BAIK BERALIH KE PERTANIAN ORGANIK? YUK SIMAK PENJELASANNYA!

Halo sobat cerdas, sudah tahu kah kalian kalau pertanian organik merupakan sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan.
Nah mengapa sih petani di Indonesia lebih baik
beralih ke pertanian organik?
Okey sobat cerdas langsung saja… Ini dia Keuntungan Menggunakan Sistem
Pertanian Organik.
1. Harga jual lebih
tinggi
Jika dibandingkan dengan pertanian yang masih menggunakan pestisida,
harga jual hasil panen dari pertanian organik lebih besar hingga mencapai dua
kali lipat. Contohnya beras anorganik. Saat ini, di pasaran harganya berkisan
Rp10.000 hingga Rp12.000 per kg. Jika dibandingkan dengan harga beras merah
organik, harganya bisa dua kali lipat karena beras merah dijual dengan harga
Rp24.000 hinggan Rp30.000 per kg. Mana yang lebih mendatangkan untung?
2. Banyak peminat
Jangan sepelekan tren hidup sehat yang saat ini mulai dianut oleh banyak
masyarakat Indonesia. kesadaran akan pentingnya hidup sehat membuat masyarakat
Indonesia memilih bahan makanan yang dihasilkan dari pertanian organik. Saat
ini telah beredar beras merah organik, sayur, dan buah yang dalam masa
penanaman hingga panen tidak tersentuh oleh bahan kimia berbahaya.
Jika Anda melihat di
media sosial, sudah banyak jasa layanan belanja sayur, buah, dan makanan organik
lain. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa pertanian organik memiliki peminat.
Jadi, jangan khawatir hasil panen Anda tidak akan laku. Orang dengan tingkat
kesadaran hidup sehat yang tinggi tidak akan terlalu memikirkan harga bahan
makanan yang mahal asalkan itu menyehatkan tubuhnya.
3. Menjaga kesehatan
lingkungan
Pertanian organik mengharuskan pembiaran organisme pengganggu selama
masih di bawah ambang batas aman untuk tidak perlu dibasmi. Dengan membiarkan
organisme ini untuk tetap hidup, Anda sudah ikut menjaga keseimbangan
lingkungan, karena meskipun merupakan hama, tapi keberadaannya tetap dibutuhkan
sebagai penyeimbang.
Jika Anda menggunakan
pestisida berbahan kimia untuk membasmi organisme pengganggu, tak jarang
organisme yang baik bagi lingkungan ikut terbunuh. Dengan begitu keseimbangan
alam akan terganggu. Membiarkan organisme pengganggu tanaman mungkin akan
memberikan risiko tumbuhan tidak memiliki tampilan yang sempurna bahkan lebih
jelek. Namun, hal tersebut malah membuktikan bahwa buah atau sayur tersebut
aman dari pestisida karena organisme lain menyukainya.
4. Menjaga kesuburan tanah
Pertanian organik akan sangat baik untuk menjaga kesehatan tanah karena
bisa memperbaiki dan menjaga Ph tanah. Limbah pertanian bisa dikurangi,
kualitas air lebih aman untuk dikonsumsi, serta meningkatkan populasi
mikroorganisme tanah. Ini semua karena pertanian organik tidak melibatkan bahan
kimia dalam proses perawatan tumbuhan.
5. Biaya operasional
yang murah
Menerapkan pertanian yang lebih aman dan sehat, berarti Anda akan
didukung penuh oleh Kementerian Pertanian dengan mendapat bantuan pupuk organik
seperti kompos dan kandang. Bahkan Anda juga bisa memproduksi sendiri pupuk
dengan menggunakan limbah hasil pertanian. Jadi, biaya untuk pupuk akan jauh
lebih murah. Dengan menimbang beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan
ketika menerapkan sistem pertanian organik, kini sudah saatnya mulai beralih.
Pertanian organik memberi keuntungan untuk petani maupun konsumen, bahkan bisa
menjadi kondisi lingkungan. Jadi, tunggu apalagi?
Nah, selain itu ada lagi nih sobat cerdas Kelebihan / Manfaat Pertanian
Organik. Yuk di simak..
1.
Kesehatan
Ø Menghasilkan makanan
yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat. Data menunjukkan
bahwa praktek pertanian organik mampu meningkatkan hasil sayuran hingga 75%
dibanding pertanian konvensional. Disamping itu, produk pertanian organik juga
mempunyai kandungan vitamin C, kalium,
dan beta karoten yang lebih tinggi.
Ø Menciptakan lingkungan
kerja yang aman dan sehat bagi petani, karena petani akan terhindar dari
paparan (exposure) polusi yang diakibatkan oleh digunakannya bahan kimia
sintetik dalam produksi pertanian.
Ø Meminimalkan semua
bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. Karena pertanian
organik: (1) Menghindari penggunaan bahan kimia sintetis dan (2) Memanfaatkan
limbah kegiatan pertanian seperti kotoran ternak dan jerami sebagai pupuk
kompos.
2.
Lingkungan
3.
a. Kualitas Tanah
Menjaga sifat fisik,
kimia dan biologi tanah yang baik merupakan hal yang penting dalam pertanian
organik. Untuk itu dalam pertanian organik diutamakan cara pengelolaan tanah
yang meminimalkan erosi, meningkatkan kandungan bahan organik tanah serta
mendorong kuantitas dan diversitas biologi tanah. Dalam pertanian organik
peningkatan kesuburan tanah dilakukan tanpa menggunakan pupuk kimia sintetis.
Sebagai gantinya digunakan teknik –
teknik sebagai berikut :
Ø Rotasi tanaman secara
tepat, mixed cropping dan integrasi
tanaman dengan ternak.
Ø Meningkatkan populasi
mikroorganisme tanah melalui penggunaan pupuk organik.
Ø Meminimalkan
pengolahan tanah yang mengganggu aktivitas biota tanah.
Ø Menjaga tanah selalu
tertutup dengan mulsa organik.
Ø Menghindari
pengolahan tanah yang berlebihan pada tanah yang miring untuk mencegah erosi.
Ø Menggunakan tanaman
dalam strip dan tumpang sari.
Ø Menghindari
penggembalaan yang berlebihan.
Ø Tidak menggunakan
bahan kimia sintetis yang meracuni mikroorganisme tanah dan merusak struktur
tanah.
Ø
b.
Penghematan energi
Hasil studi menunjukkan bahwa sistem produksi organik hanya menggunakan
50–80% energi minyak untuk menghasilkan setiap unit pangan dibandingkan dengan
sistem produksi pertanian konvensional. Namun demikian, ini tidak berlaku untuk
semua sistem produksi sayuran dan buah-buahan.
c.
Kualitas Air
Penjagaan kualitas air merupakan upaya yang sangat penting dalam sistem
pertanian lestari (sustainable
agriculture system). Kenyataan menunjukkan bahwa polusi air tanah (groundwater)
dan air muka tanah (surface water) oleh nitrat dan fosfat menjadi hal yang umum
terjadi di kawasan pertanian. Residu pupuk dan pestisida sintetis serta bakteri
penyebab penyakit seperti Escherichia Coli juga seringkali terdeteksi di sistem
perairan.
Pada areal pertanian organik, sumber air dijaga dengan menghindari
praktek-praktek pertanian yang menyebabkan erosi tanah dan pencucian nutrisi,
pencemaran air akibat penggunaan bahan kimia.
Kotoran hewan yang akan digunakan untuk pupuk organik selalu dikelola
dengan hati-hati dan dikomposkan sebelum digunakan. Di samping itu, penggunaan
pupuk kimia dan pestisida sintetis juga dilarang dalam sistem pertanian
organik.
d.
Kualitas Udara
Pertanian organik terbukti mampu meminimalkan perubahan iklim global
karena emisi gas rumah kaca (greenhouse gas emission) pada pertanian organik
lebih rendah dibandingkan pertanian konvensional. Dalam pertanian organik tidak
menggunakan pupuk nitrogen sintetis sehingga tidak ada emisi nitrogen oksida
dari pupuk buatan tersebut.
Penggunaan minyak bumi juga lebih rendah sehingga menurunkan emisi gas
karbon dioksida. Lebih penting lagi, pertanian organik menyediakan penampungan
(sink) untuk karbon dioksida melalui peningkatan kandungan bahan organik di
tanah serta penutupan permukaan tanah dengan tanaman penutup tanah.
e.
Pengelolaan Limbah
Praktek pertanian organik mengurangi jumlah limbah melalui daur ulang
limbah menjadi pupuk organik. Kotoran ternak, jerami dan limbah pertanian
lainnya yang selama ini dianggap limbah, justru menjadi bahan yang mempunyai
nilai sebagai sumber nutrisi dan bahan organik bagi pertanian organik.
f.
Keanekaragaman Hayati
Pertanian organik
tidak hanya menghindari penggunaan pestisida sintetis, namun juga mampu
menciptakan keanekaragaman hayati. Praktek seperti rotasi pertanaman, tumpang
sari serta pengolahan tanah konservasi merupakan hal-hal yang mampu
meningkatkan keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat yang sehat bagi
banyak spesies mulai dari jamur mikroskopis hingga binatang besar.
Pertanian organik
tidak menggunakan organisme hasil rekayasa genetika (Genetic Enggineering
Organism) atau organisme transgenik (Genetically Modified Organism) serta
produknya karena alasan keamanan lingkungan, kesehatan dan sosial.
Produk-produk seperti ini tidak dibutuhkan karena mungkin menyebabkan resiko
yang tidak dapat diterima pada integritas spesies.
Itu
dia penjabaran beberapa Kelebihan / Manfaat Pertanian Organik. Bagaimana Sobat
Cerdas apa sudah termotivasi untuk belajar dan mempraktekkan pertanian secara
organik?
Untuk
informasi lainnya, selalu ikuti perkembangan dari kami yaa.
“DELIGHTING ORGANIC
BUFFS”
Sumber:
·
https://distan.sukabumikota.go.id/kelebihan-manfaat-pertanian-organik/
·
https://www.mongabay.co.id/2018/11/26/pertanian-organik-sebagai-solusi-pertanian-berkelanjutan/
·
https://youtu.be/veBCFskojgE
·
https://dosenpertanian.com/pertanian-organik/
Comments
Post a Comment