WOW SEORANG SARJANA SASTRA INGGRIS INI MENJADI PETANI! KOK BISA?
WOW SEORANG SARJANA SASTRA INGGRIS INI MENJADI PETANI!
KOK BISA?
Maya
Stolastika Boleng, (lahir di Flores, 11 Juni 1985) adalah sarjana sastra
Inggris. Tapi ia tidak memilih menekuni ilmu itu. Ia justru memilih menjadi
petani, dan mulai tertarik pada dunia pertanian saat duduk di bangku
kuliah. Berdasarkan Harian Kompas edisi
21 Mei 2018 dengan judul "Maya Stolastika Boleng, Mencetak
Petani Muda" mencertakan bagaimana Maya bisa menekuni dunia pertanian. Dalam
ceritanya, petani sebenarnya sudah jadi mimpinya sejak kecil. Namun karena
orangtuanya tak setuju, ia mengambil Sastra Inggris. Akhirnya walau hanya
dengan internet, ia tetap berusaha untuk mempelajari ilmu pertanian organik
secara otodidak. Dengan hal ini dapat simpulkan walaupun ia tidak mengambil
pendidikan formal pertanian, ia yakin dapat menjadi seorang petani sukses. Menurutnya, jalan
yang dipilih untuk menjadi seorang petani tidaklah keliru. Ia membuktikan bisa
menjadi petani muda yang sukses.
Mengenal jejak perjalanan seorang Maya
Stolastika Boleng lebih dalam:
n Berbekal
ambisi menolong para petani di sekitarnya, di tahun 2008, Maya bersama keempat
temannya menyewa sebuah lahan berukuran setengah hektar di Pacet, Mojokerto. Maya pun
menetap di Desa Trawes. Maya berbagi ilmu pertanian organik yang sudah
dirintisnya kepada 200 orang generasi muda di Kota Kupang.
n Pada tahun 2009, Maya
dan kelompok tani mudanya sudah memproduksi sayur mayur, buah, dan bumbu
organik berkualitas baik. Produk pertanian organik itu mereka jual di
supermarket di Surabaya. Namun, karena keterbatasan dana dan modal, usaha ini
tidak berjalan lagi.
n Pada tahun 2012, Maya
sempat bekerja di salah satu perusahaan biro perjalanan dan wisata. Hal ini
terjadi karena minim pengetahuan dan tidak berpengalaman soal bertani, bisnis
pertaniannya tersebut mengalami kegagalan. Namun, setelah enam bulan bekerja,
Maya memutuskan untuk kembali ke Mojokerto dan melanjutkan pertanian organik yang sudah
dirintis bersama teman-teman mudanya. Pada akhirnya ditahun 2012 juga Maya beserta temannya kembali ke dunia pertanian
organik dengan mendirikan ‘Twelve
Organic’. Adapun “Twelve” sendiri memiliki arti bahwa usaha mereka
dimuali lagi pada tahun 2012.
n Pada tahun 2013 Maya
berhasil memasok hasil pertanian mereka ke hotel-hotel dan pasar rumah tangga.
Semenjak banyak pelanggan rumah tangga, Maya dan teman-temannya jadi makin
intens mempelajari bisnis. Tentunya dengan meningkatkan pelayanan tambahan
juga.
n Pada
tahun 2016 Maya berhasil terpilih sebagai Duta Petani Muda. Sejak saat itu, usaha pertanian organik “Twelve Organic” berkembang. Dan
berbekal pelatihan yang diterima selama ajang Duta Petani Muda, Maya pun tak
pelit berbagi ilmu dengan sesama petani.
n Pada 2017, Maya menyewa tanah di dusun Claket, Kecamatan Pacet, Mojokerto dan memberikan kursus ekslusif kepada para petani. Tak sekedar memperoleh hasil panen, Maya juga memberi pemahaman para petani soal pertanian organik agar petani lebih mandiri dan bisa mempunyai pasar sendiri. Kini, Maya dan kawan-kawan memasok aneka produk pertanian organik ke 1.200 rumah tangga yang menjadi langganan tetap mereka.
\ Bagaimana sobat cerdas? Menarik sekali kan kisah dari Maya Stolastika ini! Menurutnya semakin lama akan semakin banyaknya orang yang sadar untuk tumbuh sehat dan selektif dengan bahan pangan yang sehat juga. Hal ini merupakan peluang faktor bisnis pertanian organik untuk maju. Oleh karena itu, Maya menyadari sehingga ia tak pernah merasa ragu untuk mengajak banyak petani muda untuk mengembangkan tanaman organik. Menurutnya bertani itu tanggung jawab semua orang. Tetapi banyak orang menyangkalnya. Karena itu ia hadir, mengajarkan mereka untuk menjadi petani yang sukses.
Jadi, siapkah kamu
menjadi seorang petani organik?
“Delighting
Organic Buffs”
Referensi:
https://fakta.news/sosok/maya-skolastika-boleng/3
https://www.jpnn.com/news/butuh-anak-muda-untuk-menggebrak-pertanian-indonesia?page=7
https://www.satu-indonesia.com/satu/satuindonesiaawards/finalis/petani-organik-milenial-dari-flores/

Comments
Post a Comment