MENGENAL PERTANIAN DARI SISI ORGANIK, BENARKAH LEBIH BAIK?
Pertanian menjadi hal kompleks dengan perannya dan
permasalahanya, karena hasil pertanian menjadi hajat hidup orang banyak. Terima
kasih telah mengunjungi halaman ini, karena Anda adalah orang cerdas yang
berpikir akan perubahan.
Permasalahan pertanian saat ini salah satunya adalah krisis unsur hara. Pertanian konvensional dengan penggunaan pupuk kimia yang melebihi dosis atau kerap diberikan tanpa takaran oleh petani dan hanya menggunakan takaran, dapat menyebabkan unsur hara tanah semakin berkurang serta jasad renik yang tidak mampu membantu proses dekomposisi. Tentu saja, tanah yang terlalu lama tercemar bahan kimia menjadi semakin masam dan mengeras. Petani saat ini belum bisa lepas sepenuhnya dari penggunaan bahan kimia, hal tersebut karena budaya penggunaan bahan kimia yang secara turun temurun serta maraknya merk bahan kimia yang dirasa menggiurkan dengan hasil lebih cepat. Namun, residu bahan kimia yang tertinggal dalam tanah dalam jangka waktu lama, apabila terkena air akan terjadi proses mengikat tanah seperti layaknya lem/semen. Terjadinya kekeringan pada tanah akan mengakibatkan tanah semakin padat, mengeras dan tidak gembur.
Penggunaan pupuk kimia tersebut dapat dikurangi dan
bahkan dapat ditinggalkan dengan keberanian dan dukungan semua pihak untuk
berpikir perubahan dan juga kembali ke alam, salah satunya dapat dilakukan
dengan sistem pertanian organik. Benar,
meskipun merubah kebiasaan yang dilakukan turun temurun tidaklah mudah, namun
bukankah akan menjadi lebih buruk apabila tidak ada upaya perbaikan sama
sekali?
Pertanian organik sebenarnya sudah sejak lama dikenal,
sejak ilmu bercocok tanam dikenal manusia, semuanya dilakukan secara
tradisional dan menggunakan bahan-bahan alamiah. Filosofi yang melandasi
pertanian organik adalah mengembangkan prinsip memberi makanan pada tanah yang
selanjutnya tanah menyediakan makanan untuk tanaman (feeding the soil that feed
the plants), dan bukan memberi mkanan langsung pada tanaman. Von Uexkull (1984)
dalam Sutanto, (2002) memberikan istilah membangun kesuburan tanah. Pertanian
organik adalah sistem pertanian yang holistik yang mendukung dan mempercepat
biodiversiti, siklus biologi dan aktivitas biologi tanah.
Mari kita simak tentang
Pertanian Organik
Pertanian organik menurut International Federation of Organic
Agriculture Movements/IFOAM (2005), yaitu sistem pertanian yang terpadu.
Maksudnnya yaitu system pertanian dengan cara mengoptimalkan kesehatan dan
produktivitas agro-ekosistem secara alami. Sistem yang terpadu tersebut untuk menghasilkan
hasil pangan yang berkualitas, dan berkelanjutan. Pertanian organik memerlukan manajemen
produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk buatan,pestisida dan hasil
rekayasa genetik, menekan pencemaran udara, tanah, dan air
Tujuan pertanian organik menurut IFOAM antara lain:
1) mendorong dan meningkatkan sistem usaha tani dengan bantuan
kehidupan jasad renik, flora dan fauna, tanah, tanaman serta hewan;
2) memberikan jaminan yang semakin baik bagi para produsen pertanian
(terutama petani) dengan kehidupan yang lebih sesuai dengan hak asasi manusia
untuk memenuhi kebutuhan dasar serta memperoleh penghasilan dan kepuasan kerja,
termasuk lingkungan kerja yang aman dan sehat,
3) memelihara serta meningkatkan kesuburan tanah secara
berkelanjutan.
Bagaimana, sudah
semakin paham tentang pertanian organik bukan?
Masih ingin
menggunakan konsep lama, atau ingin berubah ke pertanian organik sobat cerdas?
Ayo, lakukan sekarang!!
Kompasian. 2017. Permasalahan Inti Pertanian Tanaman Pangan di Indonesia.
https://www.ifoam.bio/why-organic/organic-landmarks/definition-organic
Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik, menuju pertanian alternatif dan berkelanjutan. Penerbit Kanisius. Yokyakarta

jadi pengen makan yang organik2 aja nih jadinya
ReplyDelete