Menarik! Media Tanam Organik Tidak Hanya Tanah loh!
Salah satu faktor
pendukung dari kegiatan bercocok tanam adalah media tanam itu sendiri. Media
tanam sangat berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Media yang baik dan tepat akan membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman
secara baik. Menentukan media tanam yang tepat yang akan digunakan dalam
budidaya tanaman sangat sulit karena untuk menentukan media tanam yang baik
harus memperhatikan iklim, cuaca, konsistensi tanah dan air yang berhubungan
dengan cepat lambatnya pertumbuhan tanaman tersebut (Endriyani, 2010). Banyak
alternatif media selain tanah yang digunakan sebagai media tanam, seperti arang
sekam, sabut kelapa dan kotoran hewan. Wah, ternyata sangat beragamkan media tanam itu?
Kali ini, kita akan
membahas tentang apa saja media tanam organik untuk budidaya pertanian organik.
Media tanam yang termasuk kategori bahan organik umumnya berasal dari komponen
organisme hidup, misalnya bagian dari tanaman seperti daun, batang, bunga,
buah, atau kulit kayu. Penggunaan bahan organik sebagai media tanam jauh lebih
unggul dibandingkan bahan anorganik. Hal itu dikarenakan bahan organik mampu
menyediakan unsur-unsur hara bagi tanaman.
Beberapa jenis bahan organik yang dapat dijadikan
sebagai media tanam di antaranya arang, cacahan pakis, kompos, moss, sabut
kelapa, pupuk kandang, dan humus.
1.
Arang
Arang dapat berasal dari kayu atau
batok kelapa. Media tanam ini sangat coeok digunakan untuk tanaman anggrek di
daerah dengan kelembapan tinggi. Hal itu dikarenakan arang kurang mampu
mengikat air dalam jumlah banyak. Keunikan dari media jenis arang adalah
sifatnya yang bufer (penyangga). Dengan demikian, jika terjadi kekeliruan dalam
pemberian unsur hara yang terkandung di dalam pupuk bisa segera dinetralisir
dan diadaptasikan. Selain itu, bahan media ini juga tidak mudah lapuk sehingga
sulit ditumbuhi jamur atau cendawan yang dapat merugikan tanaman. Namun, media
arang cenderung miskin akan unsur hara. Oleh karenanya arang perlu disuplai
unsur hara berupa aplikasi pemupukan.
2. Batang Pakis
Berdasarkan warnanya, batang pakis
dibedakan menjadi 2, yaitu batang pakis hitam dan batang pakis coklat. Dari
kedua jenis tersebut, batang pakis hitam lebih umum digunakan sebagai media
tanam. Batang pakis hitam berasal dari tanaman pakis yang sudah tua sehingga
lebih kering. Selain itu, batang pakis ini pun mudah dibentuk menjadi potongan
kecil dan dikenal sebagai cacahan pakis.
Karakteristik yang menjadi keunggulan media batang
pakis lebih dikarenakan sifat-sifatnya yang mudah mengikat air, memiliki aerasi
dan drainase yang baik, serta bertekstur lunak sehingga mudah ditembus oleh
akar tanaman.
3. Kompos
Kompos merupakan media tanam
organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah
organik, seperti jerami, sekam, daun, rumput, dan sampah kota. Kelebihan dari
penggunaan kompos sebagai media tanam adalah sifatnya yang mampu mengembalikan
kesuburan tanah melalui perbaikan sifat-sifat tanah, baik fisik, kimiawi,
maupun biologis. Selain itu, kompos juga menjadi fasilitator dalam penyerapan
unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
Kandungan bahan organik yang
tinggi dalam kompos sangat penting untuk memperbaiki kondisi tanah. Berdasarkan
hal tersebut dikenal 2 peranan kompos yakni soil conditioner dan soil
ameliorator. Soil conditioner yaitu peranan kompos
dalam memperbaiki struktur tanah, terutama tanah kering, sedangkan soil
ameliorator berfungsi dalam memperbaiki kemampuan tukar kation pada
tanah. Kompos yang baik untuk digunakan sebagai media tanam yaitu kompos yang
telah mengalami pelapukan secara sempurna, ditandai dengan perubahan warna dari
bahan pembentuknya (hitam kecokelatan), tidak berbau, memiliki kadar air yang
rendah, dan memiliki suhu ruang.
4. Moss
Moss yang dijadikan sebagai media
tanam berasal dari akar paku-pakuan yang banyak dijumpai di hutan-hutan. Moss
sering digunakan sebagai media tanam untuk masa penyemaian sampai dengan masa
pembungaan. Media ini mempunyai banyak rongga sehingga memungkinkan akar
tanaman tumbuh dan berkembang dengan leluasa. Menurut sifatnya, media moss
mampu mengikat air dengan baik serta memiliki sistem drainase dan aerasi yang
lancar. Untuk hasil tanaman yang optimal, sebaiknya moss dikombinasikan dengan
media tanam organik lainnya, seperti kulit kayu, tanah gambut, atau daun-daunan
kering.
5.
Pupuk Kandang
Pupuk organik yang berasal dari
kotoran hewan disebut sebagai pupuk kandang. Kandungan unsur haranya yang
lengkap seperti natrium (N), fosfor (P), dan kalium (K) membuat pupuk kandang
cocok untuk dijadikan sebagai media tanam. Unsur-unsur tersebut penting untuk
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain itu, pupuk kandang memiliki
kandungan mikroorganisme yang diyakini mampu merombak bahan organik yang sulit
dicerna tanaman menjadi komponen yang lebih mudah untuk diserap oleh tanaman.
Komposisi kandungan unsur hara
pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis hewan,
umur hewan, keadaan hewan, jenis makanan, bahan hamparan yang dipakai,
perlakuan, serta penyimpanan sebelum diaplikasikan sebagai media tanam.
6.
Coco Peat atau Sabut Kelapa
Sabut kelapa atau coco
peat merupakan bahan organik alternatif yang dapat digunakan sebagai
media tanam. Sabut kelapa untuk media tanam berasal dari buah kelapa tua karena
memiliki serat yang kuat. Kelebihan sabut kelapa sebagai media tanam lebih
dikarenakan karakteristiknya yang mampu mengikat dan menyimpan air dengan kuat,
sesuai untuk daerah panas, dan mengandung unsur-unsur hara esensial, seperti
kalsium (Ca), magnesium (Mg), kalium (K), natrium (N), dan fosfor (P).
7.
Sekam Padi
Sekam padi adalah kulit biji padi
(Oryza sativa) yang sudah digiling. Sekam padi yang biasa digunakan bisa berupa
sekam bakar atau sekam mentah (tidak dibakar). Penggunaan sekam bakar untuk
media tanam tidak perlu disterilisasi lagi karena mikroba patogen telah mati
selama proses pembakaran. Selain itu, sekam bakar juga memiliki kandungan
karbon (C) yang tinggi sehingga membuat media tanam ini menjadi gembur, Namun,
sekam bakar cenderung mudah lapuk.
Sementara kelebihan sekam mentah
sebagai media tanam yaitu mudah mengikat air, tidak mudah lapuk, merupakan
sumber kalium (K) yang dibutuhkan tanaman, dan tidak mudah menggumpal atau
memadat sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun, sekam padi
mentah cenderung miskin akan unsur hara.
8.
Humus
Humus adalah segala macam hasil
pelapukan bahan organik oleh jasad mikro dan merupakan sumber energi jasad
mikro tersebut. Bahan-bahan organik tersebut bisa berupa jaringan asli
tumbuh-tumbuhan atau binatang mati yang belum lapuk. Biasanya, humus berwarna
gelap dan dijumpai terutama pada lapisan atas tanah (top soil). Humus
sangat membantu dalam proses penggemburan tanah. dan memiliki kemampuan daya
tukar ion yang tinggi sehingga dapat menyimpan unsur hara. Oleh karenanya,
dapat menunjang kesuburan tanah, Namun, media tanam ini mudah ditumbuhi jamur,
terlebih ketika terjadi perubahan suhu, kelembapan, dan aerasi yang ekstrim.
Humus juga memiliki tingkat porositas yang rendah sehingga akar tanaman tidak
mampu menyerap air, dengan demikian, sebaiknya penggunaan humus sebagai media
tanam perlu ditambahkan media lain yang memiliki porositas tinggi, misalnya
tanah dan pasir.
Bagaimana sobat
cerdas? Siap melakukan budidaya pertanian organik? Terima kasih sudah membaca
tulisan ini.
“Delighting
Organic Buffs”
Referensi
Endriani.(2010). Sifat Fisika dan Kadar Air Tanah
Ultisol Akibat Penerapan Sistem Olah Tanah Konservasi.
Jurnal Hidrolitan. Vol. 1. No. 1. Masyarakat
https://bibitbunga.com/media-tanam-organik/
https://8villages.com/full/petani/article/id/58eb5720ffa677625c80afad

Comments
Post a Comment