INI DIA! REKOMENDASI TERBAIK UNTUK KEBUN RUMAHANMU! PUPUK ORGANIK DARI BAHAN ALAMI NON KIMIA
Pupuk berbahan dasar organik termasuk pupuk yang baik
bagi tanaman rumahan Anda??? Benarkah itu? Simak fakta menariknya di artikel
ini.
Perlu diketahui, pupuk organik adalah salah satu jenis pupuk yang terbentuk dari
materi alami makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan
manusia. Pemanfaatannya untuk menutrisi tanah dan tumbuhan secara alami.
Dikutip dari Permentan No.2 Tahun 2006,
pupuk organik didefinisikan sebagai
pupuk yang sebagian atau seluruhnya berasal dari dari tanaman dan atau hewan
yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang
digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan
biologi tanah.
Ada beberapa jenis pupuk organik yang
sering digunakan. Berikut ini informasi lengkap untuk Anda yang ingin berkebun
di rumah sekaligus mencoba membuat sendiri pupuk organik.
1.
PUPUK KANDANG
Pupuk
kandang adalah contoh pupuk organik yang paling sering digunakan karena mudah
didapatkan dan murah. Sumber pupuk kandang adalah kotoran hewan ternak atau pun
unggas seperti sapi, kambing, domba, ayam, dan babi.
Pupuk
dari kotoran hewan ini efektif untuk menyuburkan tanah dan tumbuhan karena
mengandung banyak unsur hara makro seperti fosfor, nitrogen, dan kalium. Selain
itu, ada juga unsur mikro dari kotoran hewan seperti magnesium, belerang,
kalsium, besi, natrium, molibdenum, dan tembaga.
Ada
dua jenis pupuk kandang yang biasa digunakan:
·
Pupuk dingin yang berasal dari kotoran
hewan yang diurai oleh mikroorganisme secara perlahan dan tidak menimbulkan
panas. Contohnya pupuk dari kotoran
babi, kerbau dan sapi.
·
Pupuk panas sebaliknya dari pupuk dingin
adalah pupuk yang menimbulkan panas karena diuraikan oleh mikroorganisme secara
cepat. Contohnya pupuk dari kotoran
ayam, kambing dan kuda.
2.
PUPUK KOMPOS
Pupuk kompos terbentuk dari sisa
bahan organik yang berasal dari tumbuhan, hewan, dan limbah organik secara
alami dengan cara dekomposisi atau fermentasi. Materi yang diuraikan melalui
proses biologis ini melibatkan bantuan mikroorganisme (jamur, bakteri, atau
kapang) dan makroorganisme (cacing tanah).
Banyak sekali manfaat dari pupuk
kompos ini, di antaranya:
·
Memperkuat zat hara pada tanah
berpasir
·
Elemen untuk memperbaiki
struktur tanah
·
Memperbaiki drainase dan
pori-pori tanah
·
Menambah daya tahan dan daya
serap air pada tanah
·
Mengaktifkan unsur hara dalam
tanah
3.
PUPUK HIJAU
Pupuk
hijau merupakan pupuk yang berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa
panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijauannya. Tanaman
yang biasa digunakan untuk pupuk hijau diantaranya dari jenis leguminosa
(kacang-kacangan) dan tanaman air (azola). Jenis tanaman ini dipilih karena
memiliki kandungan hara, khususnya nitrogen, yang tinggi serta cepat terurai
dalam tanah.
Pengaplikasian
pupuk hijau bisa langsung dibenamkan kedalam tanah atau melalui proses
pengomposan. Di lahan tegalan atau lahan kering, para petani biasa menanam
leguminos, seperti ki hujan, sebagai pagar kebun. Di saat-saat tertentu tanaman
pagar tersebut dipangkas untuk diambil hijauannya. Hijauan dari tanaman
leguminosa bisa langsung diaplikasikan pada tanah sebagai pupuk. Sementara itu,
di lahan sawah para petani biasa menggunakan azola sebagai pupuk hijau. Azola
merupakan tanaman pakis air yang banyak tumbuh secara liar di sawah. Tanaman
ini hidup di lahan yang banyak mengandung air. Azola bisa langsung digunakan
sebagai pupuk dengan cara dibenamkan kedalam tanah pada saat pengolahan lahan.
4.
PUPUK ORGANIK HAYATI
Pupuk
hayati atau pupuk mikrobiologis (biofertilizer)
adalah pupuk yang bekerja dengan memanfaatkan organisme hidup. Pupuk ini
bukanlah pupuk biasa yang secara langsung meningkatkan kesuburan tanah dengan
menambahkan nutrisi ke dalam tanah.
Meskipun
berdasarkan elemen pembentuknya pupuk hayati tidak termasuk golongan organik,
namun banyak orang yang menganggap pupuk hayati sebagai pupuk organik. Pupuk
hayati organik berguna untuk:
·
Menambah zat hara bagi tanaman
·
Memperbaiki kondisi tanah
·
Mengurai sisa-sisa zat organik
·
Memangkas pertumbuhan parasit
bagi tanaman.
5.
HUMUS
Humus adalah unsur organik yang
berasal dari proses dekomposisi atau pelapukan dari daun-daunan dan ranting
tanaman yang membusuk. Selain dedaunan dan ranting pohon yang berjatuhan, untuk
membuat humus diperlukan bahan baku seperti limbah dari pertanian dan
peternakan, makanan, kayu, atau sampah rumah tangga. Humus dapat membantu
meningkatkan kadar air tanah, mencegah erosi, serta mempercepat proses
penghancuran senyawa beracun dalam tanah.
6.
PUPUK SERESAH
Pupuk serasah adalah jenis pupuk
alami yang memiliki senyawa berbasis karbon yang terbuat dari limbah organik
nabati atau komponen tanaman yang sudah tidak lagi terpakai dan berubah warna
dan bentuk, seperti jerami, sabut kelapa, dan rumput. Pupuk ini juga disebut
sebagai pupuk penutup tanah karena dapat diletakkan di atas permukaan tanah.
Selain dapat membantu menyuburkan tanah, pupuk serasah juga bermanfaat untuk
menjaga kelembapan dan tekstur tanah agar tetap baik dan mencegah penyakit pada
tanaman akibat air hujan.
7.
PUPUK ORGANIK CAIR
Pupuk organik cair adalah jenis pupuk
berbentuk cair tidak padat, mudah sekali larut pada tanah, dan membawa
unsur-unsur penting untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk organik cair mempunyai
banyak kelebihan diantaranya, pupuk tersebut mengandung zat tertentu seperti
mikroorganisme jarang terdapat dalam pupuk organik padat dalam bentuk kering.
Dibandingkan dengan pupuk anorganik cair, pupuk organik cair umumnya tidak
merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin.
Selain itu, pupuk organik cair juga
memiliki bahan pengikat sehingga larutan pupuk yang diberikan kepermukaan tanah
bisa langsung digunakan oleh tanaman. Kelebihan lain dari pupuk organik cair
adalah sercara cepat mengatasi defisiensi hara, tidak bermasalah dalam
pencucian hara, dan mampu menyediakan hara yang cepat.
Bagaimana, sudah semakin paham tentang jenis pupuk
organik?
Ayo, kenali dan praktekan sekarang juga selagi mudah,
hemat pula di kantong bukan.
“DELIGHTING
ORGANIC BUFFS”
Sumber:
Peraturan
Menteri Pertanian No. 2 Tahun 2006
https://www.99.co/blog/indonesia/jenis-pupuk-organik/
https://www.rumah.com/panduan-properti/8-jenis-pupuk-organik-untuk-tanaman-di-rumah-23529
https://alamtani.com/pupuk-organik/

Comments
Post a Comment