APAKAH TANAMANKU TUMBUH BAIK?
“Sudah dirawat baik, rutin disiram, dan selalu memberi asupan cahaya matahari tetapi kenapa daun tanaman saya berubah menguning, tumbuh kerdil, kurus, dan lain sebagainya?”
Perlu
kita ketahui, unsur hara merupakan elemen penting untuk menopang pertumbuhan
tanaman. Tanpanya, mustahil tanaman dapat tumbuh optimal, bahkan besar
kemungkinan tanaman akan mengalami kematian. Bisa dibilang nutrisi tanaman
ini merupakan bahan makanan utama bagi tanaman. Dengan unsur-unsur
tersebut tanaman mampu mencukupi kebutuhan hidupnya. Apabila
unsur hara tidak tersedia cukup bagi tanaman makan tanaman akan menunjukkan
gejala kekurangan unsur tersebut dan pertumbuhan tanaman akan merana.

Kekurangan atau defisiensi adalah keadaan dimana tanaman kekurangan meterial (bahan) yang berupa makanan bagi tanaman untuk melangsungkan hidupnya. Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda. Untuk mengetahui ketersediaan unsur yang terkandung didalamnya, salah satu upayanya adalah dengan mengetahui gejala defisiensi pada tanaman. Gejala kekurangan ini cepat atau lambat akan terlihat pada tanaman, tergantung pada jenis dan sifat tanaman. Pada umumnya pertama-tama akan terlihat pada bagian tanaman yang melakukan kegiatan fisiologis terbesar yaitu pada bagian yang ada di atas tanah terutama pada daun-daunnya.
Gejala Defisiensi Unsur Hara Pada Tanaman
Unsur
hara makro
Nitrogen
(N)
·
Gejala
kekurangan nitrogen ditandai dengan warna daun berubah menjadi hijau muda
kemudian menjadi kuning sempurna, jaringan daun mati dan mengering berwarna
merah kecoklatan. Pembentukan buah tidak sempurna, kecil-kecil, kekuningan, dan
masak sebelum waktunya.
·
Cara
penanganan kekurangan unsur nitrogen adalah dengan menambahkan pupuk kimia
berupa pupuk urea (N=46%),
ZA (N=21%), KNO3, NPK serta pupuk daun kandungan N tinggi.
Fosfor (P)
·
Gejala kekurangan fosfor
ditandai dengan warna bagian bawah daun terutama tulang daun merah keunguan,
daun melengkung, dan terpelintir (distorsi). Tepi daun, cabang dan batang juga
berwarna ungu. Kekurangan unsur ini menyebabkan terhambatnya sistem perakaran
dan pembuahan.
·
Cara
penanganan kekurangan unsur fosfor adalah dengan menambahkan pupuk kimia SP36
(P=36%), pupuk NPK, MKP
serta pupuk daun kandungan P tinggi.
Kalium (K)
·
Gejala kekurangan kalium
ditandai dengan mengerutnya daun terutama daun tua meski tidak merata, tepi dan
ujung daun menguning yang kemudian menjadi bercak coklat. Bercak daun ini
akhirnya gugur, sehingga daun tampak bergerigi dan akhirnya mati. Buah yang
terbentuk tidak sempurna, kecil, kualitas jelek dan tidak tahan simpan.
·
Cara penanganan
kekurangan unsur kalium adalah dengan menambahkan pupuk kimia KCl (K=52%), NPK, MKP, serta pupuk daun kandungan
K tinggi.
Sulfur (S)
·
Gejala kekurangan sulfur
ditandai dengan warna daun muda memudar (klorosis), berubah menjadi hijau muda,
kadang-kadang tampak tidak merata, menguning atau keputih-putihan. Pertumbuhan
tanaman terhambat, kerdil, berbatang pendek, dan kurus.
·
Cara penanganan
kekurangan unsur sulfur adalah dengan menambahkan pupuk kimia ZA (S=20%),
Phonska (S=10%), serta pupuk daun yang mengandung unsur S.
Kalsium (Ca)
·
Gejala kekurangan
kalsium ditandai dengan pertumbuhan kuncup yang terhenti dan mati, pertumbuhan
tanaman lemah dan merana, tepi daun muda mengalami klorosis, buah muda banyak
yang rontok dan masak sebelum waktunya, warna buah kurang sempurna.
·
Cara penanganan
kekurangan unsur kalsium adalah dengan menambahkan kapur dolomite (Ca=38%),
kalsium karbonat (Ca=90%), serta pupuk kalsium kandungan Ca 80-99%.
Magnesium (Mg)
·
Gejala kekurangan
magnesium ditandai dengan daun tua yang semula hijau segar berubah menjadi
kekuningan dan tampak pucat. Diantara tulang-tulang daun terjadi klorosis,
warna berubah menguning dan terdapat bercak-bercak berwarna kecoklatan,
sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau.
·
Cara penanganan
kekurangan unsur magnesium adalah dengan menambahkan pupuk kimia kieserite,
kapur dolomite (Mg=18%), serta pupuk daun yang mengandung unsur Mg.
Unsur hara mikro
Besi (Fe)
Gejala kekurangan besi
ditandai dengan warna kuning pada daun-daun muda, pertumbuhan tanaman
terhambat, daun berguguran dan mati pucuk, tulang daun yang berwarna hijau
berubah kekuningan kemudian memutih, pertumbuhan tanaman seolah terhenti.
Boron (B)
Gejala kekurangan boron
ditandai dengan tepi daun mengalami klorosis mulai dari bawah daun kemudian
mengering dan akhirnya mati. Pada tanaman bercabang, ruas tanaman memendek,
batang keropos, pembentukan cabang tumbuh sejajar berdampingan.
Tembaga (Cu)
Gejala kekurangan
tembaga ditandai dengan daun berwarna hijau kebiru-biruan, ujung daun secara
tidak merata ditemukan layu, terkadang terjadi klorosis meski jaringannya tidak
mati, pertumbuhan tanaman kerdil dan gagal membentuk bunga.
Mangan (Mn)
Gejala kekurangan mangan
ditandai dengan pertumbuhan tanaman kerdil, daun berwarna kekuningan atau
kemerahan, jaringan daun di beberapa tempat mati, serta biji yang terbentuk
tidak sempurna.
Seng (Zn)
Gejala kekurangan seng
ditandai dengan daun tua berwarna kekuningan atau kemerahan, daun berlubang,
mengering dan akhirnya mati.
Molibedenum (Mo)
Gejala kekurangan
molibdenum ditandai dengan warna daun memudar, keriput dan mengering,
pertumbuhan tanaman seolah terhenti dan akhirnya mati
Bagaimana sobat cerdas? Ternyata rutin menyiram
dan selalu memberikan perawatan yang baikpun dianggap kurang. Sobat harus
memperhatikan ketersediaan unsurnya. Jadi, siap melakukan budidaya pertanian
organik?
“Delighting Organic Buffs”
Referensi:
https://pertanian.pontianakkota.go.id/artikel/52-unsur-hara-kebutuhan-tanaman.html
https://pusri.wordpress.com/2007/10/01/gejala-kekurangan-unsur-hara-bagi-tanaman/
https://unsurtani.com/2017/02/ciri-ciri-tanaman-kekurangan-unsur-hara-makro-dan-mikro
http://banahasan.blogspot.com/2016/12/defisiensi-unsur-hara-pada-tanaman.html
http://digrowpoc.blogspot.com/2018/02/peranan-digrow-dalam-mengatasi-gejala.html
Comments
Post a Comment