APA BEDA NYA PERTANIAN ORGANIK DAN NON ORGANIK?ORGANIK LEBIH BAIK? BELUM TENTU!SIMAK INFORMASINYA
Hidup sehat menjadi tren di era sekarang, masyarakat kalangan menengah ke atas mulai beralih ke pencarian produk pangan yang dirasa lebih sehat. Begitu juga dengan produsen (petani), berlomba-lomba menciptakan perubahan kearah yang lebih sehat dalam bidang pertanian. Pertanian organik menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati, dipelajarai dan tren nya akan semakin meningkat.
Pertanian organik dirasa lebih kekinian karena adanya keberaniaan merubah sistem pertanian yang telah dilakukan secara turun temurun. Pertanian konvensional ibaratnya telah menjadi darah daging pertanian Indonesia, namun semakin cerdasnya bangsa dan semakin peduli masyarakat terhadap kesehatan manusia dan kesehatan ekosistem, maka kebiasaan yang telah lama dilakukan dapat dikurangi atau bahkan ditinggalkan.
Lalu, apa saja yang membedakan pertanian organik dan non organik? Jika kita hanya berpikir perbedaannya hanya pada sarana produksi, kalian kurang tepat. Benar memang pertanian organik menggunakan pupuk dan obat organik, sedangkan konvensional menggunakan pupuk dan obat kimia. Namun, tidak sebatas pembahasan tersebut. Terdapat perbedaan yang lain, yang harus kita ketahui tentang pertania organic dan konvensional.
Menurut Yurlisa (2018) dalam buku Serifikasi Produk Pertanian Organik, terdapat beberapa perbedaan antara lain
Konvensional Versus Organik
Maksimalisasi, menentukan produksi berdasarkan ketersediaan dan masukan dalam skala besar, subjek pelaku dalam pertanian konvensional adalah perusahaan besar. Skala Optimalisasi, faktor pembatas alami sistem itu sendiri, usaha relatif skala kecil. Misalnya pertanian dalam skala kecil (keluarga)
Dalam pelaksanaannya tenaga kerja merupakan satu bagian dari suatu sistem yang efisien. Tenaga kerja / masyarakat Dalam pelaksanaannya tenaga kerja merupakan bagian yang terintegrasi dari sistem yang tidak dapat terpisahkan.
Optimal Kualitas produk Maksimal
Di dalam pengelolaan, kesehatan lingkungan merupakan bagian dari sistem yang perlu diefisienkan, sebagai bentuk perlindungan terhadap sumber daya yang penting. Kesehatan lingkungan Di dalam mengelola kesehatan lingkungan, dilakukan secara terpadu dalam suatu sistem untuk melindunginya dan meningkatkan kualitasnya.
Perannya marginal Kearifan lokal Kearifan lokal menjadi bagian yang terintegrasi dari sistem
Dianggap sebagai bagian dari pemasaran Kesehatan produsen dan konsumen Dianggap bagian terintegrasi dari sistem dan menjadi salah satu latar belakang pelaksanaan kegiatan
Digunakan untuk memfasilitasi pemasaran dan perdagangan Standar Jaminan dari sistem produksi terintegrasi dan produk
Dikurangi ketergantungannya dilatar belakangi alasan ekonomi (efisiensi produksi) Daya potensi dari luar (bahan baku fosil) Ketergantungan dikurangi alasannya karena filosofi lingkungan dan ekonomi
Optimal Produksi per tapak ekologi Maksimal
Sifat perdagangannya bebas dengan memberikan kesempatan yang sama Keadilan Sifat perdagangannya adil yang tujuannya menciptakan suasana keadilan
Perannya marginal Kualitas hidup produser, konsumen dan dekomposer Bagian yang terintegrasi dari rancangan sitem dan pengembangan
Branding atau identitas merek dagang digunakan untuk memasarkan Identitas produk Identitas produk yang ramah lingkungan, menjaga biodiversitas, sehat bagi konsumen dan komunitas, mengandung nutrisi dan atioksidan, tidak mengandung bahan pencemar, nilai nilai tersebut menjadi intrinsic values.
Memaksimalkan keuntungan Tujuan akhir Mengoptimalkan manfaat dari sitem
Setelah tau perbedaannya, mungkin yang kalian pikirkan adalah apakah konsep pertanian organik jauh lebih baik daripada konsep konvensional? Belum tentu! Pertanian organik memang menggunakan sedikit bahan kimia atau tidak sama sekali, namun memerlukan banyak lahan untuk mencapai produktivitas yang sebanding dengan pertanian non organik. Sedangkan untuk pertanian non organik atau konvensional menggunakan pupuk kimia dosis tinggi, herbisida, insektisida, dan bibit hibrida yang berorientasi untuk produksi tinggi demi kepentingan industri, namun tidak terlalu memperhatikan lingkungan.
Perbedaan pertanian organik dan juga non organik dapat dilihat dari skala prioritas, dimana pertanian organik lebih mementingkan dari segi kestabilan ekosistem (lingkungan, sosial, ekonomi) yang terpadu, sedangkan pertanian non organik mengutamakan kuantitas, efisiensi penggunaan lahan dan kuntungan. Jadi, belum bisa di tunjuk salah satu yang lebih baik, bagaimanapun pertanian organik dan non organik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Terima kasih sobat cerdas yang telah mengunjungi tulisan ini, apakah menjadi semakin cerdas? Semoga saja.
Delighting Organic Buffs
Referensi:
Paktanidigital.com. 2019. Perbedaan Organik dan Anorganik, Mana Yang Lebih Baik?. https://paktanidigital.com/artikel/perbedaan-organik-dan-anorganik/#.XwWK9q4zbIV
Sikumis.com. 2019. Anda Harus Tahu, Ternyata Ini Perbedaan Pertanian Organik dan Konvensional. https://www.sikumis.com/blog/anda-harus-tahu-ternyata-ini-perbedaan-pertanian-organik-dan-konvensional/
Comments
Post a Comment