4 PRINSIP PERTANIAN BERLANJUT, PERLU TAHU SEBELUM MENERAPKANNYA!
Halo, sobat cerdas!
Pertanian
organik merupakan teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami
tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik
adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman
bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan.
Pertanian organik modern di Indonesia diperkenalkan oleh Yayasan Bina Sarana
Bakti (BSB), dengan mengembangkan usahatani sayuran organik di Bogor, Jawa
Barat pada tahun 1984.
Tahukah
kamu? Bahwa sebelum melakukan kegiatan budidaya pertanian organik, perlu
mengetahui prinsip-pronsipnya. Hal tersebut bertujuan agar kegiatan yang
dilakukan memiliki tujuan serta dengan prinsip serta kegiatan yang dilakukan
tidak melenceng dari prinsip-prinsip yang ada. Produk pertanian harus mampu
bersaing dan memberikan nilai positif yang dapat dirasakan oleh konsumen baik
nasional maupun global. Produk pertanian tidak akan mampu bersaing bila sistem
pertanian tidak mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan aman
sesuai dengan tuntutan konsumen saat ini.
Empat Prinsip
Pertanian organik menurut IFOAM (1972):
a. Prinsip
Kesehatan
Pertanian organik
harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia
dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan.
b. Prinsip Ekologi
Pertanian organik
harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan. Bekerja, meniru dan
berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi kehidupan.
c. Prinsip
Keadilan
Pertanian organik
harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan lingkungan
dan kesempatan hidup bersama.
d. Prinsip
Perlindungan
Pertanian organik
harus dikelola secara hati-hati dan bertanggungjawab untuk melindungi kesehatan
dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup.
Filosofi yang melandasi pertanian organik adalah mengembangkan prinsip memberi makanan pada tanah yang selanjutnya tanah menyediaka makanan untuk tanaman (feeding the soil that feed the plants), dan bukan memberi mkanan langsung pada tanaman. Von Uexkull (1984) dalam Sutanto, (2002) memberikan istilah membangun kesuburan tanah.
Sumber
:
Sutanto, R. 2002.
Penerapan Pertanian Organik, menuju pertanian alternatif dan berkelanjutan.
Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Comments
Post a Comment